Buku besar adalah ringkasan seluruh transaksi keuangan perusahaan yang dikelompokkan per akun. Kalau kamu pemilik usaha, memahami isi buku besar penting supaya bisa membaca kondisi keuangan perusahaan sendiri. Berikut contoh buku besar akuntansi dalam dua bentuk yang paling umum dipakai.
Dua Bentuk Buku Besar yang Umum Digunakan
Bentuk T (T-Account) adalah format paling sederhana yang menyerupai huruf “T”, dengan sisi kiri untuk debit dan sisi kanan untuk kredit. Format ini cocok untuk analisis cepat dan mudah dipahami.
Bentuk kolom saldo lebih detail, punya kolom tanggal, keterangan, referensi jurnal, debit, kredit, dan saldo berjalan. Saldo langsung terupdate setiap ada transaksi baru, jadi kamu nggak perlu menghitung manual di akhir periode. Format ini yang biasanya dipakai di pembukuan perusahaan dan software akuntansi.
Contoh Buku Besar Akun Kas
Kas termasuk kelompok aset dengan saldo normal di sisi debit. Bertambah di debit, berkurang di kredit.
Bentuk T, Akun Kas
Akun: Kas (No. 1-1000)
| Debit (D) | Kredit (K) |
|---|---|
| Saldo awal: Rp80.000.000 | |
| Penjualan tunai 5/4: Rp25.000.000 | Bayar sewa kantor 8/4: Rp10.000.000 |
| Terima piutang 15/4: Rp12.000.000 | Bayar gaji 20/4: Rp18.000.000 |
| Bayar listrik 22/4: Rp3.000.000 | |
| Total Debit: Rp117.000.000 | Total Kredit: Rp31.000.000 |
| Saldo Akhir Kas: Rp86.000.000 (Debit) | |
Saldo akhir didapat dari total debit dikurangi total kredit: Rp117.000.000 – Rp31.000.000 = Rp86.000.000. Angka ini menunjukkan uang tunai yang tersedia di perusahaan pada akhir periode.
Bentuk Kolom Saldo, Akun Kas
Akun: Kas (No. 1-1000)
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debit | Kredit | Saldo |
| 01/04 | Saldo awal | – | – | – | Rp80.000.000 |
| 05/04 | Penjualan tunai | JU-01 | Rp25.000.000 | – | Rp105.000.000 |
| 08/04 | Bayar sewa kantor | JU-02 | – | Rp10.000.000 | Rp95.000.000 |
| 15/04 | Terima piutang | JU-03 | Rp12.000.000 | – | Rp107.000.000 |
| 20/04 | Bayar gaji karyawan | JU-04 | – | Rp18.000.000 | Rp89.000.000 |
| 22/04 | Bayar listrik | JU-05 | – | Rp3.000.000 | Rp86.000.000 |
Di bentuk kolom saldo, kamu bisa langsung lihat saldo terkini setelah setiap transaksi. Kolom “Ref” menunjukkan nomor jurnal asal, jadi kalau ada angka yang mencurigakan bisa langsung ditelusuri.
Contoh Buku Besar Akun Piutang Usaha
Piutang Usaha juga termasuk aset dengan saldo normal debit. Bertambah saat ada penjualan kredit, berkurang saat pelanggan membayar.
Bentuk T, Akun Piutang
Akun: Piutang Usaha (No. 1-2000)
| Debit (D) | Kredit (K) |
|---|---|
| Saldo awal: Rp30.000.000 | – |
| Penjualan kredit 7/4: Rp20.000.000 | Pelunasan piutang 15/4: Rp12.000.000 |
| Penjualan kredit 18/4: Rp15.000.000 | Pelunasan piutang 28/4: Rp10.000.000 |
| Total Debit: Rp65.000.000 | Total Kredit: Rp22.000.000 |
Saldo Akhir Piutang: Rp43.000.000 (Debit)
Saldo akhir Rp43.000.000 artinya masih ada piutang sebesar itu yang belum dibayar pelanggan. Kalau angka ini terus membesar, kamu perlu evaluasi kebijakan kredit perusahaan.
Bentuk Kolom Saldo, Akun Piutang
Akun: Piutang Usaha (No. 1-2000)
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debit | Kredit | Saldo |
| 01/04 | Saldo awal | – | – | – | Rp30.000.000 |
| 07/04 | Penjualan kredit | JU-06 | Rp20.000.000 | – | Rp50.000.000 |
| 15/04 | Pelunasan piutang | JU-07 | – | Rp12.000.000 | Rp38.000.000 |
| 18/04 | Penjualan kredit | JU-08 | Rp15.000.000 | – | Rp53.000.000 |
| 28/04 | Pelunasan piutang | JU-09 | – | Rp10.000.000 | Rp43.000.000 |
Dari kolom saldo, kamu bisa pantau pergerakan piutang secara real-time. Di tanggal 18 April piutang sempat naik ke Rp53.000.000 sebelum turun lagi setelah pelunasan di tanggal 28.
Contoh Buku Besar Akun Utang Usaha
Berbeda dengan Kas dan Piutang, Utang Usaha termasuk kelompok kewajiban. Saldo normalnya di sisi kredit, artinya utang bertambah di kredit dan berkurang di debit.
Bentuk T, Akun Utang
Akun: Utang Usaha (No. 2-1000)
| Debit (D) | Kredit (K) |
|---|---|
| Saldo awal: Rp25.000.000 | |
| Bayar utang supplier 10/4: Rp8.000.000 | Pembelian kredit 6/4: Rp18.000.000 |
| Bayar utang supplier 24/4: Rp10.000.000 | Pembelian kredit 19/4: Rp7.000.000 |
| Total Debit: Rp18.000.000 | Total Kredit: Rp50.000.000 |
Saldo Akhir Utang: Rp32.000.000 (Kredit)
Perhatikan bahwa saldo awal utang dicatat di sisi kredit, bukan debit. Saldo akhir Rp32.000.000 menunjukkan total kewajiban perusahaan kepada supplier yang belum dilunasi.
Bentuk Kolom Saldo, Akun Utang
Akun: Utang Usaha (No. 2-1000)
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debit | Kredit | Saldo |
| 01/04 | Saldo awal | – | – | – | Rp25.000.000 |
| 06/04 | Pembelian kredit | JU-10 | – | Rp18.000.000 | Rp43.000.000 |
| 10/04 | Bayar utang supplier | JU-11 | Rp8.000.000 | – | Rp35.000.000 |
| 19/04 | Pembelian kredit | JU-12 | – | Rp7.000.000 | Rp42.000.000 |
| 24/04 | Bayar utang supplier | JU-13 | Rp10.000.000 | – | Rp32.000.000 |
Dari ketiga contoh di atas, polanya konsisten: akun aset (Kas, Piutang) bertambah di debit, akun kewajiban (Utang) bertambah di kredit. Memahami pola ini penting supaya kamu nggak salah baca angka di buku besar.
Kendala Umum Pembuatan Buku Besar
Kendala paling sering adalah salah posting dari jurnal ke buku besar, misalnya transaksi yang seharusnya masuk akun Piutang malah di-posting ke akun Kas. Kesalahan ini bikin neraca saldo nggak balance dan butuh waktu lama untuk ditelusuri.
Kendala kedua adalah keterlambatan pencatatan. Banyak pengusaha yang menumpuk transaksi dan baru mencatat di akhir bulan. Akibatnya, ada transaksi yang terlewat, tercatat ganda, atau nominalnya sudah nggak bisa diverifikasi.
Kendala Lain yang Sering Terjadi
- Salah klasifikasi akun, yang bisa mempengaruhi perhitungan laba rugi dan pajak
- Nggak konsisten dalam penomoran akun (chart of accounts), sehingga akun yang sama tercatat di dua tempat
- Kesulitan rekonsiliasi antara saldo kas di buku besar dengan saldo di rekening bank
- Kurangnya pemahaman debit-kredit, yang menyebabkan transaksi dicatat di sisi yang salah
Kalau kendala ini dibiarkan, laporan keuangan jadi nggak bisa diandalkan dan perhitungan pajak berpotensi salah.
Serahkan Pembukuan ke Tim Profesional
Buku besar adalah fondasi laporan keuangan perusahaan. Memahami contoh buku besar akuntansi memang penting, tapi mengelolanya sendiri tanpa keahlian yang memadai justru bisa jadi bumerang.
Kalau kamu nggak mau pusing urus pembukuan sendiri, serahkan ke tim Jasa Tax & Accounting dari AdminKita. Dengan tim Certified Accountant berpengalaman lebih dari 11 tahun dan dipercaya 650+ perusahaan, semua urusan pembukuan dan perpajakan ditangani profesional dari A sampai Z.
Mau konsultasi dulu? Tinggal chat via WhatsApp aja, gratis dan langsung direspon. #TinggalBeres




