ADMINKITA

Kode KBLI Pertanian dan Perkebunan, Jangan Sampai Salah Pilih!

Kode KBLI Pertanian dan Perkebunan, Jangan Sampai Salah Pilih!
Rangkum Artikel Ini Menggunakan AI

Daftar Isi

Kode KBLI pertanian dan perkebunan menjadi dasar legalitas usaha bagi pelaku agribisnis di Indonesia. Kesalahan memilih kode dapat berdampak pada perizinan, pajak, hingga akses pembiayaan usaha.

Banyak pengusaha belum memahami pentingnya klasifikasi usaha sesuai KBLI terbaru. Padahal, pemilihan kode yang tepat menentukan kelancaran pengurusan NIB, OSS, serta kepatuhan terhadap regulasi pemerintah.

Pengertian dan Fungsi Kode KBLI Pertanian dan Perkebunan

Pemahaman mengenai fungsi KBLI sangat penting bagi pelaku usaha pertanian dan perkebunan. Kode ini menjadi identitas resmi aktivitas bisnis dalam sistem perizinan nasional berbasis OSS.

1. Pengertian Kode KBLI Pertanian

Kode KBLI pertanian merupakan klasifikasi resmi pemerintah untuk usaha budidaya tanaman pangan, hortikultura, dan tanaman perkebunan. Kode ini digunakan dalam pendaftaran legalitas usaha.

KBLI memuat detail aktivitas usaha secara spesifik. Setiap kode mewakili jenis produksi berbeda sesuai bidang pertanian yang dijalankan pelaku usaha.

Dengan kode yang tepat, pemerintah dapat mengelola data sektor pertanian. Pengawasan dan pembinaan usaha menjadi lebih terstruktur serta terintegrasi.

2. Fungsi KBLI dalam Perizinan OSS

KBLI menjadi dasar sistem OSS dalam menerbitkan NIB dan izin usaha. Tanpa KBLI yang sesuai, pengajuan legalitas tidak dapat diproses secara otomatis.

Sistem OSS mengaitkan KBLI dengan tingkat risiko usaha. Hal ini menentukan kewajiban perizinan tambahan sesuai skala dan jenis usaha.

Fungsi ini membantu pemerintah mengelompokkan sektor usaha. Proses pengawasan menjadi lebih transparan dan terstandarisasi.

3. Peran KBLI bagi Legalitas Usaha

KBLI menjadi identitas utama perusahaan dalam dokumen resmi. Kode tersebut tercantum dalam NIB, SIUP, serta laporan perpajakan perusahaan.

Legalitas yang sesuai KBLI meningkatkan kredibilitas bisnis. Mitra usaha dan lembaga keuangan lebih percaya terhadap perusahaan yang terdaftar resmi.

Tanpa KBLI tepat, legalitas menjadi tidak sinkron. Hal ini berpotensi menghambat ekspansi usaha.

4. Hubungan KBLI dengan Pajak Usaha

KBLI memengaruhi klasifikasi pajak yang diterapkan kepada perusahaan. Jenis usaha menentukan kewajiban PPN, PPh, serta pelaporan pajak tahunan.

Kesalahan KBLI dapat menyebabkan kesalahan perhitungan pajak. Risiko sanksi administrasi menjadi lebih besar bagi pelaku usaha.

Pemilihan KBLI tepat membantu kepatuhan pajak. Sistem perpajakan berjalan lebih akurat dan terkontrol.

5. KBLI sebagai Dasar Bantuan Pemerintah

Program bantuan pemerintah sering berbasis klasifikasi KBLI. Pelaku usaha pertanian dengan KBLI valid memiliki peluang mengakses subsidi dan pembiayaan.

Bantuan pupuk, modal usaha, serta pelatihan biasanya mensyaratkan KBLI aktif. Hal ini memastikan bantuan tepat sasaran.

Dengan KBLI sesuai, peluang dukungan pemerintah semakin besar. Usaha dapat berkembang lebih cepat.

Daftar Kode KBLI Pertanian Dan Perkebunan

Berikut beberapa kelompok KBLI utama yang paling sering digunakan oleh pelaku usaha agribisnis di Indonesia:

1. KBLI Tanaman Pangan (Kelompok 011)

Kelompok KBLI tanaman pangan mencakup usaha budidaya tanaman pokok yang menjadi sumber pangan utama masyarakat. Ruang lingkupnya meliputi penanaman, perawatan, panen, hingga pascapanen sederhana.

Contoh kegiatan dalam kelompok ini antara lain budidaya padi, jagung, gandum, kedelai, dan kacang tanah. Usaha pertanian lahan basah maupun lahan kering umumnya menggunakan kategori ini.

KBLI tanaman pangan menjadi dasar legalitas banyak petani komersial dan perusahaan agribisnis. Kode ini sering digunakan untuk pengajuan izin usaha berbasis risiko rendah hingga menengah.

Adapun kode KBLI di kelompok 011 ini seperti:

  • 01111 – Pertanian Padi
  • 01112 – Pertanian Jagung
  • 01113 – Pertanian Gandum dan Serealia Lainnya
  • 01114 – Pertanian Kedelai
  • 01115 – Pertanian Kacang Tanah
  • 01119 – Pertanian Tanaman Pangan Lainnya

2. KBLI Hortikultura (Kelompok 012)

Kelompok KBLI hortikultura mencakup budidaya sayuran, buah-buahan, tanaman hias, dan tanaman obat. Ruang lingkupnya meliputi produksi bibit hingga panen hasil hortikultura.

Contoh kegiatan meliputi budidaya cabai, tomat, jeruk, mangga, stroberi, anggrek, serta tanaman herbal. Usaha hortikultura biasanya memiliki siklus produksi lebih cepat.

KBLI hortikultura banyak digunakan oleh petani modern, greenhouse farming, serta usaha agribisnis berbasis urban farming.

Adapun kode KBLI di kelompok 012 ini seperti:

  • 01211 – Pertanian Sayuran Daun
  • 01212 – Pertanian Sayuran Buah
  • 01213 – Pertanian Umbi Hortikultura
  • 01214 – Pertanian Buah Tropis
  • 01215 – Pertanian Buah Subtropis
  • 01216 – Pertanian Tanaman Hias
  • 01217 – Pertanian Tanaman Obat dan Herbal
  • 01219 – Pertanian Hortikultura Lainnya

3. KBLI Tanaman Perkebunan (Kelompok 013)

KBLI perkebunan mencakup usaha tanaman tahunan dan komoditas industri. Ruang lingkupnya meliputi penanaman, pemeliharaan, panen, dan pengolahan awal hasil perkebunan.

Komoditas dalam kategori ini antara lain kelapa sawit, karet, kopi, kakao, teh, kelapa, tembakau, dan tebu. Usaha perkebunan biasanya membutuhkan investasi jangka panjang.

KBLI perkebunan sangat penting bagi perusahaan agribisnis skala menengah dan besar. Legalitas ini mendukung akses pembiayaan dan peluang ekspor.

Adapun kode KBLI di kelompok 013 ini seperti:

  • 01311 – Perkebunan Kelapa Sawit
  • 01312 – Perkebunan Karet
  • 01313 – Perkebunan Kopi
  • 01314 – Perkebunan Teh
  • 01315 – Perkebunan Kakao
  • 01316 – Perkebunan Tebu
  • 01317 – Perkebunan Tembakau
  • 01318 – Perkebunan Kelapa
  • 01319 – Perkebunan Tanaman Perkebunan Lainnya

4. KBLI Peternakan Terintegrasi (Kelompok 014)

KBLI peternakan mencakup pemeliharaan hewan ternak untuk produksi pangan dan hasil turunan. Ruang lingkupnya meliputi pembibitan, penggemukan, serta produksi telur dan susu.

Contoh usaha termasuk peternakan sapi, kambing, ayam pedaging, ayam petelur, dan budidaya lebah madu. Banyak usaha peternakan terintegrasi dengan sektor pertanian.

Pemilihan KBLI peternakan yang tepat sangat memengaruhi izin operasional dan standar keamanan pangan.

Adapun kode KBLI di kelompok 014 ini seperti:

  • 01411 – Peternakan Sapi Potong
  • 01412 – Peternakan Sapi Perah
  • 01413 – Peternakan Kambing/Domba
  • 01414 – Peternakan Babi
  • 01415 – Peternakan Unggas
  • 01416 – Budidaya Lebah Madu
  • 01419 – Peternakan Lainnya

5. KBLI Jasa Penunjang Pertanian dan Perkebunan (Kelompok 016)

Kelompok ini mencakup layanan pendukung sektor pertanian dan perkebunan. Ruang lingkupnya meliputi jasa pengolahan lahan, penyemprotan hama, hingga jasa pascapanen.

Contoh kegiatan meliputi jasa traktor pertanian, jasa panen, pengeringan hasil panen, serta pengelolaan lahan. Usaha penunjang sangat dibutuhkan dalam rantai pasok agribisnis.

KBLI jasa pertanian sering digunakan oleh kontraktor pertanian dan penyedia layanan operasional perkebunan.

Adapun kode KBLI di kelompok 016 ini seperti:

  • 01611 – Jasa Pengolahan Lahan Pertanian
  • 01612 – Jasa Penyemprotan Hama dan Penyakit Tanaman
  • 01613 – Jasa Panen dan Pascapanen
  • 01614 – Jasa Penyediaan Tenaga Kerja Pertanian
  • 01619 – Jasa Pertanian Lainnya

Cara Memilih Kode KBLI Pertanian dan Perkebunan yang Tepat

Pemilihan KBLI harus disesuaikan dengan aktivitas utama usaha. Kesalahan penentuan kode dapat berdampak pada izin usaha, perpajakan, dan pengawasan operasional.

1. Analisis Aktivitas Usaha Utama

Langkah pertama adalah mengidentifikasi kegiatan inti perusahaan secara menyeluruh. Fokus usaha apakah pada produksi, distribusi, atau pengolahan harus ditentukan sejak awal agar arah perizinan lebih jelas.

Analisis aktivitas ini menentukan KBLI yang paling relevan digunakan. Kode yang dipilih harus mencerminkan aktivitas dominan perusahaan agar izin usaha tidak mengalami kendala operasional.

Penentuan aktivitas utama juga membantu menghindari kesalahan klasifikasi usaha. Dengan analisis yang tepat, proses legalitas menjadi lebih akurat dan sesuai regulasi.

2. Menyesuaikan Skala Usaha

Skala usaha memengaruhi klasifikasi perizinan berbasis risiko yang diterapkan pemerintah. Usaha kecil, menengah, dan besar memiliki kewajiban administratif yang berbeda.

Penyesuaian skala membantu menentukan KBLI yang tepat. Sistem OSS akan secara otomatis menyesuaikan persyaratan izin berdasarkan klasifikasi risiko usaha tersebut.

Dengan skala yang sesuai, pengajuan izin menjadi lebih lancar. Pelaku usaha juga dapat menghindari kewajiban tambahan yang tidak diperlukan.

3. Mengecek Daftar KBLI Resmi BPS

Pemerintah menyediakan daftar KBLI resmi melalui laman Badan Pusat Statistik. Pengusaha wajib merujuk dokumen resmi ini sebelum memilih kode usaha yang digunakan.

Daftar KBLI menjelaskan detail aktivitas setiap kode secara lengkap. Hal ini membantu mencegah kesalahan interpretasi jenis usaha yang didaftarkan.

Pengecekan rutin juga penting karena pembaruan KBLI dapat terjadi. Dengan data terbaru, legalitas usaha tetap sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Menghindari Penggunaan KBLI Umum

Banyak pelaku usaha memilih KBLI yang terlalu umum tanpa mempertimbangkan karakter bisnis. Padahal kode spesifik lebih sesuai untuk menggambarkan aktivitas operasional sebenarnya.

KBLI umum dapat membatasi akses izin tertentu. Aktivitas usaha juga menjadi tidak terwakili secara optimal dalam sistem perizinan nasional.

Pemilihan kode spesifik membantu meningkatkan kredibilitas usaha. Data bisnis menjadi lebih akurat dan mudah diverifikasi oleh instansi terkait.

5. Memastikan Kesesuaian dengan OSS

KBLI yang dipilih harus kompatibel dengan sistem OSS terbaru. Beberapa kode lama sudah tidak digunakan dan tidak dapat diproses dalam sistem digital.

Kesesuaian ini menentukan kelancaran penerbitan NIB. Sistem OSS akan melakukan validasi otomatis terhadap data yang diajukan perusahaan.

Dengan memilih KBLI yang sesuai, risiko penolakan sistem dapat dihindari. Proses perizinan menjadi lebih cepat dan efisien.

Kesimpulan

Mengurus KBLI pertanian dan perkebunan membutuhkan ketelitian tinggi. Kesalahan input dapat menghambat penerbitan NIB dan izin usaha.

AdminKita hadir sebagai Jasa Pembuatan NIB OSS profesional yang membantu pengusaha menentukan KBLI paling sesuai, mengurus pendaftaran OSS, hingga memastikan legalitas usaha terbit cepat dan aman.

Dengan pendampingan tim berpengalaman, proses perizinan menjadi lebih praktis tanpa ribet mengurus administrasi sendiri.

KONSULTASI GRATIS

Langsung kami balas tanpa nunggu lama

konsultasi gratis

Bagikan Postingan Ini

Artikel Lain

1
Scan the code