ADMINKITA

Contoh & Cara Mengisi Deskripsi Kegiatan Usaha di OSS RBA (Terbaru)

Contoh & Cara Mengisi Deskripsi Kegiatan Usaha di OSS RBA (Terbaru)
Rangkum Artikel Ini Menggunakan AI

Daftar Isi

Banyak pelaku UMKM, founder startup, maupun perusahaan besar yang seringkali tiba-tiba nge-blank saat berhadapan dengan layar portal sistem OSS RBA (Online Single Submission Risk Based Approach). Setelah bersusah payah mencari dan memilih 5 digit kode KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) yang dirasa paling cocok, Anda akan dihadapkan pada satu kolom teks yang wajib diisi yaitu Deskripsi Kegiatan Usaha.

Sebagai praktisi legalitas di AdminKita yang setiap harinya membantu ratusan pengusaha mengurus perizinan dari nol hingga tuntas, kami sangat paham bahwa kolom ini sering dianggap sepele oleh masyarakat awam. Banyak pelaku usaha yang sekadar mengisi kolom tersebut dengan kata singkat seperti “Jualan”, “Jasa”, atau “Bikin Makanan”.

Padahal, apa yang Anda ketik di dalam kolom tersebut adalah “kontrak legal” mengenai apa yang sebenarnya bisnis Anda lakukan sehari-hari. Kesalahan dalam mengisi deskripsi kegiatan usaha bisa berakibat fatal: mulai dari NIB (Nomor Induk Berusaha) yang dinilai tidak valid saat ada inspeksi lapangan, pengajuan kredit modal kerja (seperti KUR) yang ditolak oleh bank, hingga kesulitan saat mengurus izin lanjutan seperti Sertifikat Halal, BPOM, maupun PIRT.

Oleh karena itu, melalui panduan komprehensif ini, tim AdminKita akan membedah tuntas apa itu deskripsi kegiatan usaha di OSS, mengapa hal tersebut sangat fundamental bagi legalitas, hingga membagikan formula jitu serta contoh-contoh deskripsi usaha berbagai bidang yang bisa langsung Anda sontek dan terapkan.

Apa Sebenarnya Deskripsi Kegiatan Usaha di OSS?

Bagi Anda yang sedang mencari tahu “deskripsi usaha adalah” dalam konteks birokrasi pemerintah, Anda harus membedakannya dengan deskripsi bisnis untuk keperluan komersial seperti company profile, pitch deck investor, atau bio media sosial.

Di dalam sistem perizinan terintegrasi OSS RBA, deskripsi kegiatan usaha adalah penjabaran naratif, spesifik, dan faktual dari kode KBLI yang telah Anda pilih, yang mendeskripsikan secara pasti aktivitas operasional harian bisnis Anda di lapangan.

Mengapa memilih kode KBLI saja tidak cukup? KBLI diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan cakupan judul yang seringkali sangat luas dan payung.

Misalnya, Anda memilih KBLI 47112 yang berjudul “Perdagangan Eceran Berbagai Macam Barang Yang Utamanya Makanan, Minuman Atau Tembakau Di Minimarket/Supermarket/Hypermarket”.

Dari sekadar judul KBLI tersebut, sistem pemerintah maupun kementerian terkait belum mengetahui secara spesifik: Skala minimarket seperti apa yang Anda bangun? Apakah Anda menjual produk segar atau hanya produk kemasan? Di sinilah deskripsi kegiatan usaha OSS berperan sebagai penjelas yang mengunci spesifikasi dan ruang lingkup bisnis Anda agar tidak multi-tafsir.

4 Alasan Mengapa Ruang Lingkup Kegiatan OSS Bersifat Wajib

Klien kami di AdminKita sering bertanya, “Mas, kenapa sih harus sedetail itu menulis deskripsi usaha? Kan KBLI-nya sudah jelas masuk kategori perdagangan?”

Perlu kita ketahui bersama bahwa sistem hukum dan perizinan di Indonesia saat ini menganut prinsip berbasis risiko (Risk Based Approach). Berikut adalah 4 alasan mengapa mendefinisikan ruang lingkup kegiatan di OSS dengan benar adalah harga mati untuk keamanan operasional bisnis Anda:

1. Menentukan Tingkat Risiko dan Izin Lanjutan

Sistem OSS RBA secara otomatis mengklasifikasikan bisnis ke dalam 4 tingkat risiko: Rendah, Menengah Rendah, Menengah Tinggi, dan Tinggi. Tingkat risiko ini sangat bergantung pada narasi operasional Anda. Jika deskripsi Anda terlalu luas dan menyenggol aktivitas berisiko tinggi (misalnya: menggunakan bahan kimia tertentu dalam prosesnya, padahal Anda hanya peracik skala rumahan), Anda bisa saja diwajibkan mengurus Sertifikat Standar atau Izin operasional lanjutan yang rumit dan mahal.

2. Parameter Utama Saat Inspeksi Lapangan (Sidak)

Dinas terkait atau Satgas BKPM secara berkala melakukan pengawasan perizinan. Deskripsi kegiatan inilah yang menjadi batas legalitas (boundary) Anda. Jika di sistem OSS deskripsi Anda tertulis “Menjual pakaian jadi secara eceran”, namun saat disidak di ruko ternyata Anda memiliki puluhan mesin jahit dan “Memproduksi pakaian”, maka Anda dianggap melanggar hukum. Produksi (Manufaktur) dan Perdagangan (Retail) memiliki kode KBLI dan tingkat perizinan yang sama sekali berbeda.

3. Relevansi dengan Laporan Penanaman Modal (LKPM)

Setiap badan usaha—terutama perseroan (PT)—memiliki kewajiban administratif untuk melaporkan LKPM setiap triwulan atau semester, terlepas dari apakah perusahaannya sudah menghasilkan laba atau belum. Ruang lingkup yang Anda definisikan di dalam OSS harus sejalan dan terintegrasi dengan laporan nilai investasi dan aktivitas yang Anda sampaikan di LKPM. Ketidaksesuaian data dapat membuat perusahaan Anda mendapatkan Surat Peringatan dari BKPM.

4. Memudahkan Klasifikasi Pajak dan Perbankan

Pihak perbankan (saat Anda membuka rekening giro atau mengajukan pinjaman) dan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) akan selalu melakukan cross-check antara NIB, NPWP Badan, dan kondisi riil perusahaan. Deskripsi usaha yang rapi, make sense, dan tidak ambigu akan mempercepat proses verifikasi KYC (Know Your Customer) di lembaga keuangan dan meminimalisasi sengketa klasifikasi tarif pajak.

Tips dan Cara Menulis Deskripsi Kegiatan Usaha yang Benar

Berdasarkan pengalaman bertahun-tahun membantu klien di AdminKita, cara termudah untuk menghindari blank screen syndrome saat mengisi kolom ini adalah dengan menggunakan Formula 3 Komponen Utama.

Tinggalkan bahasa marketing, copywriting hiperbola (seperti “Solusi IT terhebat di abad 21”), atau kata-kata bersayap. Gunakan gaya bahasa administratif yang lugas. Rumusnya adalah:

[Tindakan/Aktivitas Utama] + [Produk/Jasa Spesifik] + [Skala / Cara Eksekusi / Target Pasar]

Oke, agar tidak bingung berikut ini adalah penjabaran detail dari 3 kompenen utama di atas:

  • Tindakan Utama: Gunakan kata kerja administratif. Apakah kegiatan Anda berpusat pada penjualan eceran, penjualan grosir, produksi/pabrikasi, budidaya, distribusi, penyewaan, atau penyediaan jasa?
  • Produk/Jasa Spesifik: Sebutkan apa rupa riil produk atau layanannya. Hindari kata “barang lainnya” atau “dan lain-lain”.
  • Cara Eksekusi: Jelaskan di mana aktivitas ini terjadi atau kepada siapa ditujukan. Apakah di toko fisik, bengkel, platform online, pesanan B2B, atau untuk konsumen akhir (B2C)?

Berikut ini adalah contoh pengisian deskripsi kegiatan usaha di OSS yang menerapkan 3 komponen utama di atas:

“Kegiatan usaha penjualan eceran (Tindakan) suku cadang kendaraan roda dua (Produk) yang dilakukan secara langsung kepada konsumen melalui bengkel/toko fisik (Cara Eksekusi).”

Sangat jelas, padat, dan langsung bisa dipahami oleh algoritma sistem maupun petugas verifikator di OSS RBA.

Contoh Isian Deskripsi Kegiatan Usaha di OSS Berbagai Bidang

Agar Anda lebih mudah membayangkannya, berikut tim AdminKita sediakan perbandingan contoh deskripsi yang Salah (sering berujung masalah) dan contoh yang Benar (sesuai standar OSS) untuk berbagai sektor usaha:

1. Bidang Makanan dan Minuman (F&B / Kuliner)

Studi Kasus: Anda ingin membuka kedai kopi (KBLI 56101 – Restoran / KBLI 56102 – Kedai Makanan).

  • ❌ Contoh Salah: “Jualan kopi paling enak, aneka snack, dan bikin makanan berat.” (Tidak spesifik, mencampur aduk produksi dan penyajian)
  • ✅ Contoh Benar: “Kegiatan usaha penyediaan dan pelayanan minuman kopi seduh (barista) serta makanan ringan untuk dikonsumsi langsung di tempat (dine-in) maupun pesanan bawa pulang (takeaway) di fasilitas kedai berskala mikro.”

2. Bidang Perdagangan Retail & Online Shop

Studi Kasus: Anda berjualan produk skincare dari supplier melalui ruko fisik dan TikTok Shop/Shopee (KBLI 47721 – Perdagangan Eceran Kosmetik).

  • ❌ Contoh Salah: “Bisnis skincare, memproduksi pemutih wajah, dan jualan di internet.” (Penggunaan kata memproduksi sangat fatal karena butuh izin BPOM sebagai pabrik, padahal Anda hanya reseller).
  • ✅ Contoh Benar: “Kegiatan usaha perdagangan eceran produk kosmetik dan perawatan kulit wajah jadi kepada konsumen akhir, yang diselenggarakan melalui gerai fisik serta memanfaatkan platform perdagangan elektronik (e-commerce).”

3. Bidang Jasa Kreatif, Konsultan & Agensi

Studi Kasus: Anda membangun perusahaan agensi pemasaran digital (KBLI 73100 – Periklanan atau KBLI 70209 – Aktivitas Konsultasi Manajemen).

  • ❌ Contoh Salah: “Bantu UMKM supaya viral di sosial media dan laku keras jualan.” (Ini adalah tagline marketing, bukan deskripsi legal).
  • ✅ Contoh Benar: “Penyediaan jasa perencanaan strategi promosi, pembuatan materi kampanye periklanan digital, serta pengelolaan akun media sosial secara profesional bagi pelaku usaha korporasi maupun UMKM.”

4. Bidang Teknologi, Software, & Web Development

Studi Kasus: Pembuatan aplikasi kasir SaaS dan website klien (KBLI 62019 – Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya).

  • ❌ Contoh Salah: “Bikin website murah, jual aplikasi kasir, jualan laptop, dan servis komputer.” (Menggabungkan pembuatan software, dagang hardware, dan servis hardware dalam satu KBLI software adalah kesalahan administrasi yang fatal).
  • ✅ Contoh Benar: “Kegiatan jasa perancangan, pengembangan, dan pemeliharaan perangkat lunak (software) kustom berbasis cloud (SaaS) serta pembuatan situs web (company profile) sesuai dengan kontrak pesanan dari klien.”

5. Bidang Konstruksi & Instalasi

Studi Kasus: Perusahaan jasa instalasi kelistrikan komersial (terkait SBUJPTL).

  • ✅ Contoh Benar: “Aktivitas jasa pelaksanaan instalasi listrik, pemeliharaan, serta perbaikan jaringan kelistrikan tegangan rendah dan menengah untuk bangunan sipil maupun fasilitas komersial sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.”

3 Kesalahan Fatal Mengisi Deskripsi Kegiatan Usaha di OSS yang Wajib Dihindari

Sebagai tambahan dari insight profesional kami, agar terhindar dari kendala mengisi deskripsi kegiatan usaha di OSS, pastikan Anda menghindari tiga kesalahan di bawah ini saat mengelola profil legalitas Anda di portal OSS:

  1. Menggabungkan Banyak KBLI ke Dalam Satu Kolom Deskripsi Setiap Anda menambahkan satu KBLI di OSS, sistem akan meminta satu deskripsi spesifik untuk KBLI tersebut. Jangan pernah merangkum semua lini bisnis Anda (misalnya Anda punya kedai kopi, punya agensi IT, dan punya toko baju) ke dalam satu paragraf deskripsi yang sama. Fokuslah pada aktivitas operasional yang diwakili oleh kode KBLI yang sedang diedit.
  2. Menyelipkan Frasa “Dan Lain-Lain” atau “Berbagai Macam Hal” Hukum perizinan mengikat kepastian. Kalimat terbuka seperti “menjual kosmetik, pakaian, perabot rumah, dan barang lainnya” sangat dihindari. Kata “barang lainnya” merupakan loophole (celah) yang bisa memberatkan posisi Anda jika terjadi audit dari pihak berwajib. Kategorikan secara general namun pasti, misalnya “kebutuhan sekunder gaya hidup”.
  3. Mendeskripsikan Hal di Luar Skala Modal Anda OSS RBA sangat peka terhadap kesesuaian antara modal dasar dan kegiatan usaha. Jika Anda mendaftar sebagai Usaha Mikro (PT Perorangan dengan modal di bawah Rp 1 Miliar), sangat tidak masuk akal dan memicu red flag jika Anda mendeskripsikan ruang lingkup usaha Anda sebagai “distributor tunggal alat berat ekspor-impor ke seluruh negara Asia”. Sesuaikan bahasa dengan realitas skala bisnis saat ini.

Kesimpulan

Mengisi deskripsi kegiatan usaha di OSS bukanlah sekadar rutinitas birokrasi copy-paste sembarangan supaya NIB cepat terbit. Kolom sederhana ini adalah pondasi struktural dari legalitas operasional bisnis Anda di mata negara, pihak perbankan, dan calon mitra strategis.

Dengan mengaplikasikan formula [Aktivitas] + [Produk] + [Cara Eksekusi], Anda dapat menyusun narasi yang sangat presisi, aman secara hukum administratif, serta menghindarkan bisnis Anda dari potensi pencabutan izin, pembekuan operasional, atau kerumitan pajak di masa depan.

Bingung dan Takut Salah Saat Mengisi Data di OSS?

Mengurus perizinan sendirian, mencocokkan ratusan kode KBLI, hingga merumuskan deskripsi yang compliance dengan aturan hukum memang memusingkan dan menyita waktu berharga Anda yang seharusnya digunakan untuk memikirkan omzet. Kesalahan sedikit saja bisa berakibat izin Anda nyangkut atau harus direvisi berulang kali.

Anda tidak perlu pusing dan berisiko salah langkah! Tim profesional AdminKita siap memfasilitasi legalitas bisnis Anda dari nol hingga selesai. Mulai dari konsultasi kesesuaian KBLI, penulisan deskripsi kegiatan usaha yang legal dan presisi, hingga terbitnya NIB dan Sertifikat Standar, semuanya kami handle. Anda cukup terima beres.

Gunakan layanan Jasa Pembuatan NIB dari AdminKita yang terima beres tanpa ribet! Atau jika anda butuh ngobrol terlebih dahulu dengan konsultan legal kami secara GRATIS, Anda bisa klik tombol di bawah ini:

KONSULTASI GRATIS

Langsung kami balas tanpa nunggu lama

konsultasi gratis

Bagikan Postingan Ini

Artikel Lain

1
Scan the code