ADMINKITA

Contoh Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Contoh Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang
Rangkum Artikel Ini Menggunakan AI

Daftar Isi

Siklus akuntansi perusahaan dagang terdiri dari 10 tahap berurutan yang harus dilalui setiap periode. Kalau kamu punya usaha dagang dan ingin pembukuannya rapi, pahami alur lengkapnya di bawah ini.

10 Tahap Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Setiap tahap saling berkaitan dan harus dilakukan berurutan. Berikut alur lengkapnya dari tahap 1 sampai 10.

1. Identifikasi dan Analisis Transaksi

Kumpulkan semua bukti transaksi, mulai dari faktur pembelian barang dagangan, nota penjualan, bukti retur, sampai memo kredit untuk diskon. Setiap transaksi dianalisis untuk menentukan akun yang terpengaruh beserta posisi debit dan kreditnya. Contohnya, pembelian barang dagangan Rp 50 juta secara kredit dicatat sebagai debit Persediaan Barang Dagang dan kredit Utang Dagang.

2. Pencatatan ke Jurnal Umum

Transaksi yang sudah diidentifikasi dicatat secara kronologis ke jurnal umum. Di perusahaan dagang, jurnal yang sering muncul antara lain jurnal pembelian, penjualan, retur, dan potongan harga. Misalnya, penjualan barang Rp 30 juta tunai dengan diskon 2% dicatat: Kas (debit) Rp 29,4 juta, Potongan Penjualan (debit) Rp 600 ribu, dan Penjualan (kredit) Rp 30 juta.

3. Posting ke Buku Besar

Setiap transaksi dari jurnal umum dipindahkan ke buku besar sesuai akunnya masing-masing. Buku besar mengelompokkan transaksi per akun sehingga kamu bisa melihat total saldo setiap akun dalam satu tempat. Akun khas perusahaan dagang yang sering muncul: Persediaan Barang Dagang, Pembelian, Penjualan, Retur Pembelian, dan HPP.

4. Penyusunan Neraca Saldo

Neraca saldo berisi daftar semua akun beserta saldonya di akhir periode. Fungsinya untuk memastikan total debit sama dengan total kredit. Kalau nggak seimbang, berarti ada kesalahan di tahap sebelumnya yang harus ditelusuri dulu sebelum lanjut.

5. Jurnal Penyesuaian

Penyesuaian dilakukan untuk mencatat transaksi yang belum tercatat atau perlu dikoreksi di akhir periode. Contoh yang sering muncul di perusahaan dagang: penyesuaian persediaan barang setelah stock opname, beban yang masih harus dibayar, dan penyusutan aset tetap. Jurnal penyesuaian memastikan semua pendapatan dan beban dicatat pada periode yang tepat.

6. Penyusunan Neraca Lajur (Worksheet)

Neraca lajur adalah alat bantu yang menampilkan neraca saldo, penyesuaian, neraca saldo setelah penyesuaian, laba rugi, dan neraca dalam satu tabel. Tahap ini opsional tapi sangat membantu sebagai “checkpoint” sebelum menyusun laporan keuangan, terutama kalau transaksi perusahaan dagangmu cukup banyak.

7. Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan keuangan perusahaan dagang terdiri dari Laporan Laba Rugi (termasuk perhitungan HPP), Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca, dan Laporan Arus Kas. Yang membedakan dari perusahaan jasa adalah adanya komponen HPP dan persediaan barang dagang. Laporan Laba Rugi perusahaan dagang menghitung HPP dulu sebelum mendapatkan laba kotor.

8. Jurnal Penutup

Jurnal penutup menutup semua akun nominal (pendapatan, beban, prive) sehingga saldonya menjadi nol. Di perusahaan dagang, akun yang ditutup antara lain Penjualan, Pembelian, Retur Penjualan, Retur Pembelian, Potongan Penjualan, Potongan Pembelian, dan semua akun beban operasional. Saldo dipindahkan ke Ikhtisar Laba Rugi, lalu ke akun Modal.

9. Neraca Saldo Setelah Penutupan

Neraca saldo ini hanya berisi akun riil, yaitu aset, kewajiban, dan ekuitas. Semua akun nominal seharusnya sudah bersaldo nol. Fungsinya untuk memastikan buku besar siap digunakan untuk periode akuntansi berikutnya.

10. Jurnal Pembalik (Opsional)

Jurnal pembalik dibuat di awal periode baru untuk membalik beberapa jurnal penyesuaian tertentu, khususnya yang berkaitan dengan akrual pendapatan dan beban. Contohnya, kalau di akhir periode kamu mencatat beban gaji yang masih harus dibayar, di awal periode baru kamu buat jurnal pembalik untuk akun tersebut. Tahap ini opsional tapi membantu menjaga konsistensi pencatatan.

Perbedaan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang vs Jasa

Perbedaan paling mencolok ada di komponen Harga Pokok Penjualan (HPP). Perusahaan dagang punya akun HPP, Persediaan Barang Dagang, Pembelian, Retur Pembelian, dan Potongan Pembelian yang nggak ada di perusahaan jasa.

Dari sisi laporan keuangan, Laporan Laba Rugi perusahaan dagang lebih kompleks karena harus menghitung HPP dulu sebelum mendapatkan laba kotor. Perusahaan jasa langsung mengurangi pendapatan dengan beban operasional. Penyesuaian persediaan di akhir periode juga jadi tahap tambahan khusus perusahaan dagang.

Kendala Mengurus Siklus Akuntansi Tanpa Profesional

Kendala utama yang sering dihadapi pengusaha adalah kurangnya pemahaman teknis akuntansi. Istilah seperti jurnal penyesuaian, neraca lajur, atau jurnal penutup bisa membingungkan kalau nggak punya latar belakang akuntansi. Kesalahan kecil di tahap awal bisa berdampak besar di laporan akhir.

Masalah kedua adalah soal waktu dan fokus. Mengurus pembukuan yang benar butuh ketelitian dan konsistensi, sementara kamu juga harus mengelola operasional bisnis sehari-hari. Belum lagi kalau ada kesalahan yang harus ditelusuri dari awal, bisa sangat menguras waktu dan energi.

Kendala ketiga, regulasi perpajakan yang terus berubah membuat pengusaha harus selalu update. Salah catat bisa berujung pada denda pajak yang nilainya nggak sedikit. Menyerahkan ke profesional bisa jadi solusi yang lebih efisien dan aman.

Serahkan Pembukuan ke Tim Profesional

Kalau kamu merasa kewalahan mengurus siklus akuntansi perusahaan dagang sendiri, serahkan ke tim yang memang ahlinya. AdminKita menyediakan Jasa Tax & Accounting yang ditangani langsung oleh Certified Accountant berpengalaman.

Mulai dari pembukuan bulanan, penyusunan laporan keuangan, sampai pelaporan pajak, semuanya diurus profesional dengan sistem 3 Layer Quality Check. Dengan pengalaman lebih dari 11 tahun dan dipercaya 650+ perusahaan, kamu tinggal fokus kembangkan bisnis.

Langsung aja chat via WhatsApp untuk konsultasi GRATIS. #TinggalBeres

KONSULTASI GRATIS

Langsung kami balas tanpa nunggu lama

konsultasi gratis

Bagikan Postingan Ini

Artikel Lain

1
Scan the code